Sedikit mau bercerita tentang event lari ultra international yang saya ikuti pada tanggal 9 Agustus 2014 yang lalu.
Oiya, untuk yang belum tau, bahwa istilah kata "Ultra" adalah untuk mendeskripsikan jarak lari.
Dimana pada umumnya yang kita kenal bahwa jarak dalam lomba lari itu ada jarak pendek, jarak menengah dan jarak jauh.
Khusus untuk jarak jauh ini dimulai dari 5K (5.000 m), 10K (10.000 m), 21K (Half Marathon), dan 42.195K atau yang lebih populer disebut dengan Marathon.
Sedangkan untuk "ULTRA" sendiri adalah jarak yang lebih tinggi dari Marathon.
Back to topic.
Jadi memang pada dasarnya adalah iseng-iseng uji nyali dan mental ikut event Mount Rinjani Ultra.
Pada tahun 2013 pertama kali lari, kurang lebih setahun ikut event lari-larian di jalan, maka saya mencoba peruntungan uji nyali dan mental pindah aliran ke "Trail Running" atau lari di alam terbuka.
Pendaftaran Mount Rinjani Ultra -yang nanti akan lebih banyak saya singkat menjadi MRU- sudah dibuka sejak bulan November 2013. Lari trail ternyata tidak murah! karena membutuhkan peralatan khusus yang tidak digunakan pada lari di track lintasan seperti biasanya. Dari jenis sepatunya pun sudah berbeda. Maka akhirnya saya mulai nabung-nabung-nabung untuk mencicil membeli gear tral running.
Buat yang pengen tau apa itu MRU, ini ada link menuju website nya Mount Rinjani Ultra.
Saya berangkat bersama rombongan dari bandung, jadi total rombongan kami ada 13 orang.
5 dari 13 orang rombongan bandung ini adalah finisher (berhasil finish) MRU, dan juga merupakan event perdana mereka. Luar biasa!
Kalo menurut saya ya jelas mereka layak finisher, sering latihan, beda dengan saya yang cuma latihan sabtu atau minggu, itupun masih dipotong kalau ada lembur di kantor,haha.
MRU tahun ini sangat diminati, jika dibandingkan dengan tahun lalu, jumlah peserta tahun ini meningkat 3 kali lipat.
MRU tahun lalu jumlah peserta hanya 80 orang, maka untuk tahun ini jumlah peserta adalah 250 orang.
Pada saat pengambilan racepack saja sampai mengantri panjang
![]() |
| Suasana Pengambilan Racepack |
Pengambilan racepack dilakukan pada tanggal 8 Agustus 2014 pada pukul 09.00 pagi, lumayan antri, dapet racepack kira-kira jam 09.30.
Setelah itu pulang kembali ke penginapan, lalu tidur siang!
Tidur siang ini penting karena start MRU dilakukan pada malam hari tepat jam 12 malam, jadi ya gunakan waktu untuk istirahat sebelum malam penyiksaan tiba,haha
![]() |
| Situasi Menjelang Start MRU pada pukul 00.00 9 Agustus 2014 |
![]() |
| Bersama Rombongan dari Bandung. BDG Explorer. |
Sebelum start, dinyanyikanlah lagu Indonesia Raya untuk membakar semangat para pelari
*lebay deng. eh tapi bener nyanyi Indonesia Raya.
10...9...8...7...6...5...4...3...2...1 GO!
![]() |
| START MRU. GO!!!! |
![]() |
| Altitude Gain MRU |
Bahwa sejak Start sampai dengan W2 itu adalah menanjak.
Asli nanjak terus sepanjang 10-11 km dengan kemiringan tanjakan sekitar 35-45 derajat.
GILA!
Banyak peserta yang baru sampai W1 dan W2 sudah menyerah.
Saya juga sebenarnya pengen nangis, tapi malu. ga jadi nangis :P
Tanjakan itu ga habis-habis.
Start jam 00.00 dan saya sampai di W2 itu pada pukul 04.00. Dan jam-jam itu puncak-puncaknya udara dingin menusuk. Paha hampir keram dan akhirnya istirahat sejenak di W2.
Dari W2 (Plawangan Senaru) lalu turun ke Segara Anak.
Indahnya pemandangan Segara Anak belum terlihat, masih gelap. Akhirnya saya turun dari W2 menuju W3 di Segara Anak. Dan saya kira sudah lumayan karena trek nya menurun, akan tetapi saya salah! tetap sama saja menyiksa nya. Banyak batu-batu tajam dan tebing yang curam. Beberapa kali harus melewati tangga yang terletak di dinding tebing dengan kemiringan 90 derajat. Amsyong!
Sampai di W3 atau Segara Anak
Kira-kira pukul 05.30. Ah sial banyak waktu terbuang karena tanjakan di trek menuju W2.
Kombinasi antara lapar dan ngantuk itu luar biasa.
Pengennya sih makan sambil tidur, tapi ga bisa ye!
Akhirnya isi perut dulu di W3, pakai pop mie yang sudah disediakan oleh panitia untuk peserta.
Pemandangan Segara Anak itu luar biasa indahnya. Coba silahkan di browsing sendiri ya,hehe
Soalnya saya ga banyak foto-foto disini, ngejar waktu takut kena COT (Cut Off Time) atau batas waktu yang telah ditetapkan.
Setelah makan pop mie dan ngemut sosis sonais, maka saya melanjutkan ke W4.
Sudah sampai disini penyiksaannya?
BELUM!
dari W3 menuju W4 itu jalannya sama persis seperti dari W2 menuju W3. Kudu ngelewatin atau kudu nanjak tebing terjal. Amsyong kuadrat!
Kudu nanjak tangga-tangga yang lumayan tinggi untuk dilangkahi.
dan disini mulai terasa sakit perut ingin pup (maaf).
Setelah melihat jam tangan, ah iya benar. Sekarang jam 07.00 pagi. Ini kan waktunya jam biologis untuk melakukan ritual nongkrong di wc. Tapi saya sedang berlari. Ah sial!
Alhasil sepanjang perjalanan menanjak mungkin ribuan kali saya kentut! hahaha
kepada pelari yang berada tepat di belakang saya ketika menanjak, mohon maaf apabila mendadak ada bau bangkai. hahaha
| Pos W4. Plawangan Sembalun |
Dari sini pemandangannya indah luar biasa!
Karena Segara Anak terlihat jelas dari sini dan juga Puncak Rinjani terlihat jelas.
| Pos W4. Plawangan Sembalun. Background Puncak Rinjani |
Makan pop mie dan sosis sonais lagi yang sudah disediakan
Lalu minum Pocari Sweat sambil berharap ada adik-adik JKT48 yang datang ke Rinjani untuk menghibur abang-abang yang sedang kelelahan berlari.
Istirahat 10 menit lalu saatnya summit attack.
saya berangkat dari Pos W4 menuju Puncak Rinjani kira-kira pukul 08.30.
Lumayan masih ada waktu sebelum COT jam 11.00 di puncak.
Saya hanya berjalan saja.
Medan berpasir menuju puncak rinjani sangat menyulitkan, 2 langkah naik maka akan ada 1 langkah turun. Berat sekali.
Apabila bergerak terlalu cepat maka bisa menimbulkan AMS (Acute Mountain Sickness) atau saya lebih senang menyebutnya penyakit di gunung.
Dan ternyata benar! saya terserang AMS.
Gejalanya adalah kepala pusing, perut mual dan mau muntah.
Dan akhirnya saya pun muntah, terduduk lemas di tanjakan berpasir.
Puncak masih 3 kilometer lagi. 3 kilometer nanjak berpasir. Super gila!
Duduk lemas karena semua makanan dan minuman yang sudah dimakan akhirnya keluar lagi.
Ah sial sudah tidak ada tenaga.
Akhirnya saya memutuskan untuk kembali ke W4 Plawangan Sembalun.
Sempat berisitrihat di dan tertidur sebentar,
akhirnya saya putuskan untuk turun ke W6 Sembalun.
Dengan sisa sisa tenaga Pop Mie+Sosis Sonais+Pocari Sweat+JKT48 akhirnya saya sampai di W6 Sembalun di ketinggian 1.570 mdpl.
Dan kepada panitia penjaga pos saya menyatakan DNF (Did Not Finish) atau tidak melanjutkan perlombaan.
Dan akhirnya jadilah saya DNF dan total waktu berlali adalah 13 jam dan jarak 31.2 km.
Saya turun ke Desa Sembalun, yang ternyata juga jaraknya amit-amit jauhnya.haha
Mungkin ada sekitar 20 km dari W6.
Sampai di Desa Semabalun pukul 15.30. Langsung aja naik ojeg tanpa tawar menawar karena saya sudah lelah :P
Naik ojeg untuk kembali ke Senaru dan kembali ke Penginapan.
Sesampainya di penginapan, mandi, ganti baju, lalu tidur!
Ah nikmat sekali bisa bertemu dengan kasur kembali.
Meskipun tidak finish.
Saya tetap bangga pada diri sendiri, bahwa saya bisa melampaui batas kemampuan diri sendiri.
Dan saya akan mempersiapkan diri untuk ikut lagi MRU di tahun 2015 mendatang.
MRU 2015 Saya Harus Finish!
*Dengan catatan apabila istri mengijinkan saya untuk lari-larian lagi,hehe ![]() |
| Map Course MRU |
![]() |
| Water Station Position |






