Sudah lama tidak update blog,
dan berganti-ganti tema, semacam yang sedang galau -.-'
Karena kesibukan juga sehingga sulit untuk mencari waktu menulis.
Jika diruntut ke belakang, awal pertama kali saya memutuskan untuk hobi lari itu pada bulan Juni 2013 lalu.
Sebenernya dimotivasi oleh mama yang sering bilang begini kepada saya "Tuh Mas, pacarnya aja cantik, mungil, langsing gitu. Masa kamu gendut, kasian pacarnya, nanti minder"
*ngobrolnya sih sambil bercanda, tapi nusuk banget ke hati.
Nah sejak itu saya putuskan untuk mencoba olahraga lari, karea bersepeda sudah terlalu mainstream dan harga sepeda juga yang lumayan mahal, akhirnya saya putuskan untuk olahraga lari saja yang murah meriah.
Sempat vakum hampir 1 tahun lebih tidak pernah berolahraga sejak terakhir kali bekerja di perusahaan servis batubara di (dulunya) Kalimantan Timur, Tarakan. Ketika kerja di Tarakan sebagai wellsite geologist, setiap hari harus berjalan minimal 5km masuk ke dalam hutan untuk pemboran batubara, dan setiap hari semakin jauh jalannya karena berpindah-pindah titik pemboran, saat itu lah saya super sehat!ahaha
Berat badan saat itu 75 kilogram, lumayan ideal untuk saya saat itu. Tetapi selepas resign dari sana, mulai lah pembengkakan terjadi dimana-mana.
Oke kembali lagi ke alur cerita!
Jadi ceritanya waktu itu merasa tertusuk oleh becandaan mama, akhirnya saya putuskan untuk mulai hobi berlari. Sangat sulit! karena harus mulai bergerak lagi setelah sekian lama tidak bergerak.
Dari yang hanya duduk-duduk saja dan mulai membiasakan diri berlari.
Seingat saya dulu berat badan saya sekitar 85 kilogram *atau mungkin bisa lebih
Awalnya dulu hanya kuat berlari sejauh 2 km saja, itupun 2 km berasa mau mati!
paha panas, betis keras, pru-paru mau meledak, jantung berdebar-bedar (*haha..ini lebay)
yang jelas sejak lari pertama kali itu langsung pegal-pegal kaki ga karuan.
No Pain No Gain.
Akhirnya minggu depan saya paksa lagi untuk berlari lebih jauh dari minggu lalu
*weekend runner! larinya cuma bisa di waktu weekend doang :D
Di minggu kedua ini akhirnya saya bisa meningkatkan jarak tempuh jadi 4 km.
Begitu seterusnya setiap minggu sampai akhirnya saya bisa menembus jarak 10 km dalam waktu 5 minggu.
Selain dorongan dari mama, waktu itu ada teman SMA saya yang mengajak untuk mulai aktif berlari, sama-sama pemula, tapi dia tinggal di Jakarta. Di Jakarta waktu itu ada event Jakarta International 10K, bulan April atau Mei 2013 gitu. Nah karena teman saya ikutan itu, wah dapet medali finisher!
Sejak saat itu jadi tambah semangat lari, selain pengen nyobain ikut event juga pengen ngumpulin medali finishernya *fakir medali
Kamis, 12 Desember 2013
Minggu, 20 Oktober 2013
Persiapan Menghadapi Long Run
Long Run atau bisa disebut juga lari jarak jauh,
bisa terdiri dari Marathon (42,195 km), Hafl Marathon (21,1 km), Ultra Running (>50km) pastinya perlu persiapan untuk menghadapinya.
Dalam hal ini yang ingin saya bahas adlah mengenai persiapan Half Marathon, karena saya sendiri akan ikut berlari di event Mandiri Jakarta Marathon 2013.
1. Sepatu Lari
Untuk dapat berlari jarak jauh perlu sepatu yang nyaman sehingga kaki kita merasa tidak disiksa serta dapat mengurangi resiko cedera akibat berlari. Disarankan agar memakai sepatu lari dengan sol yang tebal. Tujuannya adalah untuk meredam getaran yang terjadi antara kaki dengan permukaan lari sehingga dengan diredam tersebut dapat mengurangi kelelahan otot, dengan begitu kita dapat berlari lebih jauh lagi.
Bagi yang punya duit banyak, bisa dicoba sepatu lari Hoka One One (baca : Hoka Onay Onay). Sepatu ini memiliki sol sangat tebal, gendut, dan melengkung di bagian telapaknya.
2. Sunblock
Long run pasti memakan waktu yang lama, apalagi untuk pelari mingguan macem saya ini. Maka disarankan untuk memakai sunblock untuk mencegah kulit berubah warna akibat sinar matahari. Apalagi jika berlari di daerah panas, lari sebentar saja bisa membuat kulit jadi lebih gelap, apalagi long run.
3. Visor
Visor, sejenis topi tetapi bagian tengahnya bolong. Gunanya visor adalah untuk melindungi muka dari sengatan matahari saat berlari. Bagi yang tidak terbiasa memakai topi bisa dengan memakai kacamata supaya tidak silau terkena sinar matahari
4. Plaster
Nah ini juga yang penting, plaster. Buat apaan?
Plaster ini bisa dipakai di jari-jari kaki, tujuannya agar dapat meredam benturan yang terjadi antara kuku kaki dengan ujung sepatu bagian dalam.
Apalagi dalam long run, kita berlari dalam durasi yang lama, pasti terjadi benturan yang berulang-ulang antara kuku kaki dengan ujung sepatu. Meskipun sudah dilindungi kaos kaki, hal ini juga dapat menyebabkan kuku kaki bisa patah akibat benturan yang berulang-ulang. Kalo kuku kaki sudah patah, sakit banget rasanya, berdarah dan tidak bisa menyelesaikan sampai garis finish. Jangan sampai kejadian deh.
5. Supporter
Supporter ini biasanya dipakai untuk meredakan cedera. Saya sendiri sering bermasalah dengan anckle kaki kiri, biasanya sehabis berlari sering terasa sakit. Sebagai jaga-jaga persiapan saat berlari, ada baiknya dibawa, siapa tau saat kita lari cedera kita kambuh lagi.
Tips-Tips Berlari Long Run
Berlari long run menguji daya tahan berlari, selain teknik pernapasan, teknik berlari juga perlu diperhatikan supaya kita dapat menyelesaikan race dengan baik.
Pernah baca beberapa artikel tentang lari, ada yang namanya teknik 'Start Slow Finish Strong', jadi pada saat start awal berlari, slow run saja dulu (karena kita bukan atlet pro dan cuma hobi lari saja) dianggap sebagai pemanasan dan persiapan terhadap tubuh. Jaraknya tidak ditentukan, tergantung dari kebiasaan dan persiapan masing-masing. Kalo saya biasanya lari slow sejauh 5km. Lalu setelah itu ketika badan kita sudah terbiasa, maka tingkatkan menjadi normal run. Normal run ini adalah pace kita sendiri. Karena badan sudah terbiasa maka dengan sendirinya akan beralih menjadi normal run. Menjelang finish (kira-kira 1km atau 500 meter) tingkatkan kecepatan berlari sekencang-kencangnya (Strong run) lalu masuki garis finish dengan bergaya (biasanya banyak fotografer di garis finish) jadi kamu punya foto finish yang unik dan bergaya kamu banget. Dengan teknik ini, biasanya para runners memiliki catatan waktu lebih baik.
Oiya jangan dilupakan mengenai hidration, atau air minum.
Pada saat berlari selama 1 jam, disarankan untuk meminum 1 liter air untuk mengganti cairan tubuh yang keluar menjadi keringat. Selain itu juga dapat menyebabkan dehidrasi. Minuman isotonik juga bagus untuk diminum untuk menggantikan cairan tubuh. Namun yang perlu diingat adalah jangan minum terlalu banyak saat berlari, karena dapat menyebabkan kembung dan lari pun menjadi tidak enak. Ada baiknya minum secara sedikit-sedikit tetapi sering daripada minum sekaligus banyak. Oleh karena itu manfaatkanlah water station dengan sebaik-baiknya saat berlomba.
bisa terdiri dari Marathon (42,195 km), Hafl Marathon (21,1 km), Ultra Running (>50km) pastinya perlu persiapan untuk menghadapinya.
Dalam hal ini yang ingin saya bahas adlah mengenai persiapan Half Marathon, karena saya sendiri akan ikut berlari di event Mandiri Jakarta Marathon 2013.
1. Sepatu Lari
Untuk dapat berlari jarak jauh perlu sepatu yang nyaman sehingga kaki kita merasa tidak disiksa serta dapat mengurangi resiko cedera akibat berlari. Disarankan agar memakai sepatu lari dengan sol yang tebal. Tujuannya adalah untuk meredam getaran yang terjadi antara kaki dengan permukaan lari sehingga dengan diredam tersebut dapat mengurangi kelelahan otot, dengan begitu kita dapat berlari lebih jauh lagi.
Bagi yang punya duit banyak, bisa dicoba sepatu lari Hoka One One (baca : Hoka Onay Onay). Sepatu ini memiliki sol sangat tebal, gendut, dan melengkung di bagian telapaknya.
2. Sunblock
Long run pasti memakan waktu yang lama, apalagi untuk pelari mingguan macem saya ini. Maka disarankan untuk memakai sunblock untuk mencegah kulit berubah warna akibat sinar matahari. Apalagi jika berlari di daerah panas, lari sebentar saja bisa membuat kulit jadi lebih gelap, apalagi long run.
3. Visor
Visor, sejenis topi tetapi bagian tengahnya bolong. Gunanya visor adalah untuk melindungi muka dari sengatan matahari saat berlari. Bagi yang tidak terbiasa memakai topi bisa dengan memakai kacamata supaya tidak silau terkena sinar matahari
4. Plaster
Nah ini juga yang penting, plaster. Buat apaan?
Plaster ini bisa dipakai di jari-jari kaki, tujuannya agar dapat meredam benturan yang terjadi antara kuku kaki dengan ujung sepatu bagian dalam.
Apalagi dalam long run, kita berlari dalam durasi yang lama, pasti terjadi benturan yang berulang-ulang antara kuku kaki dengan ujung sepatu. Meskipun sudah dilindungi kaos kaki, hal ini juga dapat menyebabkan kuku kaki bisa patah akibat benturan yang berulang-ulang. Kalo kuku kaki sudah patah, sakit banget rasanya, berdarah dan tidak bisa menyelesaikan sampai garis finish. Jangan sampai kejadian deh.
5. Supporter
Supporter ini biasanya dipakai untuk meredakan cedera. Saya sendiri sering bermasalah dengan anckle kaki kiri, biasanya sehabis berlari sering terasa sakit. Sebagai jaga-jaga persiapan saat berlari, ada baiknya dibawa, siapa tau saat kita lari cedera kita kambuh lagi.
Tips-Tips Berlari Long Run
Berlari long run menguji daya tahan berlari, selain teknik pernapasan, teknik berlari juga perlu diperhatikan supaya kita dapat menyelesaikan race dengan baik.
Pernah baca beberapa artikel tentang lari, ada yang namanya teknik 'Start Slow Finish Strong', jadi pada saat start awal berlari, slow run saja dulu (karena kita bukan atlet pro dan cuma hobi lari saja) dianggap sebagai pemanasan dan persiapan terhadap tubuh. Jaraknya tidak ditentukan, tergantung dari kebiasaan dan persiapan masing-masing. Kalo saya biasanya lari slow sejauh 5km. Lalu setelah itu ketika badan kita sudah terbiasa, maka tingkatkan menjadi normal run. Normal run ini adalah pace kita sendiri. Karena badan sudah terbiasa maka dengan sendirinya akan beralih menjadi normal run. Menjelang finish (kira-kira 1km atau 500 meter) tingkatkan kecepatan berlari sekencang-kencangnya (Strong run) lalu masuki garis finish dengan bergaya (biasanya banyak fotografer di garis finish) jadi kamu punya foto finish yang unik dan bergaya kamu banget. Dengan teknik ini, biasanya para runners memiliki catatan waktu lebih baik.
Oiya jangan dilupakan mengenai hidration, atau air minum.
Pada saat berlari selama 1 jam, disarankan untuk meminum 1 liter air untuk mengganti cairan tubuh yang keluar menjadi keringat. Selain itu juga dapat menyebabkan dehidrasi. Minuman isotonik juga bagus untuk diminum untuk menggantikan cairan tubuh. Namun yang perlu diingat adalah jangan minum terlalu banyak saat berlari, karena dapat menyebabkan kembung dan lari pun menjadi tidak enak. Ada baiknya minum secara sedikit-sedikit tetapi sering daripada minum sekaligus banyak. Oleh karena itu manfaatkanlah water station dengan sebaik-baiknya saat berlomba.
Rabu, 04 September 2013
Olahraga Berlari Dapat Menurunkan Berat Badan
Latihan di gym dan olahraga dengan bermacam peralatan memang bagus membuat Anda sehat dan langsing. Namun, hal itu bisa menghabiskan banyak uang dan gaji bulanan. Agar lebih hemat, coba andalkan otot-otot kaki ketika ingin mengecilkan lingkar pinggang.
Lari merupakan cara tercepat membakar kalori di dalam tubuh. Bila Anda tidak suka lari, Anda bisa berjalan atau jogging untuk meratakan perut. Saat otot kaki beraktivitas, tubuh membakar banyak kalori, memperbaiki mood, dan mengurangi stres. Selain itu, lari juga mengurangi risiko serangan jantung dan stroke. Tapi bagaimana agar olahraga lari ini bisa menurunkan berat badan dengan maksimal? Simak tipsnya, seperti yang dikutip dari All Women Stalk.
1. Asupan Makanan yang Tepat
Untuk mendapatkan tubuh yang langsing, yang pertama kali harus diperhatikan adalah konsumsi makanan yang tepat. Buah, sayuran segar, biji-bijian, karbohidrat, dan protein nabati, sangat dibutuhkan oleh tubuh ketika Anda tidak mengonsumsi daging atau protein hewani.
2. Sepatu yang Pas
Pastikan Anda tidak mengenakan sepatu yang usang ketika jogging atau berlari. Jangan sampai kaki Anda malah lecet karena sepatu yang tidak ‘kerasan’. Cari info sebelum membeli sepatu. Sepatu yang pas dan akan membuat Anda nyaman menggunakannya serta tidak melakukan banyak pengeluaran. Jika perlu, kenakan sepatu khusus berlari.
3. Buat Jadwal
Buatlah jadwal setiap minggunya secara rutin dan targetkan waktu yang akan dicapai. Pada awalnya, Anda bisa berlari selama 30 menit dengan jarak sekitar 2 km. Setelah minggu ke-6 Anda rutin melakukannya, tambahkan waktu hingga 60 menit. Semakin rutin Anda lakukan, semakin cepat Anda mendapatkan tubuh yang bugar disertai perut yang mengecil.
4. Disiplin pada Jadwal
Jadwal yang sudah dibentuk dari pertama jangan diingkari. Mungkin suatu saat Anda sedang lelah dan malas untuk melakukannya. Namun, hal ini bisa menjadi berkelanjutan sehingga menyebabkan jadwal berantakan. Coba setia demi kesehatan dan diet yang maksimal.
5. Fokus
Hanya fokus dengan olahraga yang sedang Anda laksanakan. Tidak tergoda oleh apapun yang bisa membuat Anda tergiur dan melupakan jadwal. Anda juga perlu mencari tahu kemajuan aktivitas dengan bertanya pada teman.
6. Tambahkan Beban Berlari
Setelah rutin melaksanakan aktitivitas lari bermil-mil, tambahkan lagi jarak yang akan ditempuh. Misalnya, pertama 2 km, lalu bertambah hingga 5 km, dan terus lakukan hingga target tercapai. Jika hanya berada pada zona yang sama, pembakaran kalori dalam tubuh tidak akan meningkat. Maka dari itu, perlu penambahan latihan supaya cepat menggapai tujuan.
7. Tidak Hanya di Satu Tempat
Mungkin biasanya Anda berlari atau berjalan di sekitar rumah dengan permukaan jalan yang lurus dan datar. Anda dapat mengganti medan areanya yang lebih menantang, seperti jalanan menanjak atau berlari hingga ke jalan yang berliku dan berbatu.
8. Bersenang-senanglah!
Buat program berlari ini menjadi kegiatan yang menyenangkan. Jangan malah pusing atau stres untuk menghadapi latihan tersebut. Apa pun yang Anda lakukan, dengan suasana hati yang senang akan membuat diri lebih baik. Menikmati berlari dapat menghibur diri dan menenangkan pikiran.
Lari merupakan cara tercepat membakar kalori di dalam tubuh. Bila Anda tidak suka lari, Anda bisa berjalan atau jogging untuk meratakan perut. Saat otot kaki beraktivitas, tubuh membakar banyak kalori, memperbaiki mood, dan mengurangi stres. Selain itu, lari juga mengurangi risiko serangan jantung dan stroke. Tapi bagaimana agar olahraga lari ini bisa menurunkan berat badan dengan maksimal? Simak tipsnya, seperti yang dikutip dari All Women Stalk.
1. Asupan Makanan yang Tepat
Untuk mendapatkan tubuh yang langsing, yang pertama kali harus diperhatikan adalah konsumsi makanan yang tepat. Buah, sayuran segar, biji-bijian, karbohidrat, dan protein nabati, sangat dibutuhkan oleh tubuh ketika Anda tidak mengonsumsi daging atau protein hewani.
2. Sepatu yang Pas
Pastikan Anda tidak mengenakan sepatu yang usang ketika jogging atau berlari. Jangan sampai kaki Anda malah lecet karena sepatu yang tidak ‘kerasan’. Cari info sebelum membeli sepatu. Sepatu yang pas dan akan membuat Anda nyaman menggunakannya serta tidak melakukan banyak pengeluaran. Jika perlu, kenakan sepatu khusus berlari.
3. Buat Jadwal
Buatlah jadwal setiap minggunya secara rutin dan targetkan waktu yang akan dicapai. Pada awalnya, Anda bisa berlari selama 30 menit dengan jarak sekitar 2 km. Setelah minggu ke-6 Anda rutin melakukannya, tambahkan waktu hingga 60 menit. Semakin rutin Anda lakukan, semakin cepat Anda mendapatkan tubuh yang bugar disertai perut yang mengecil.
4. Disiplin pada Jadwal
Jadwal yang sudah dibentuk dari pertama jangan diingkari. Mungkin suatu saat Anda sedang lelah dan malas untuk melakukannya. Namun, hal ini bisa menjadi berkelanjutan sehingga menyebabkan jadwal berantakan. Coba setia demi kesehatan dan diet yang maksimal.
5. Fokus
Hanya fokus dengan olahraga yang sedang Anda laksanakan. Tidak tergoda oleh apapun yang bisa membuat Anda tergiur dan melupakan jadwal. Anda juga perlu mencari tahu kemajuan aktivitas dengan bertanya pada teman.
6. Tambahkan Beban Berlari
Setelah rutin melaksanakan aktitivitas lari bermil-mil, tambahkan lagi jarak yang akan ditempuh. Misalnya, pertama 2 km, lalu bertambah hingga 5 km, dan terus lakukan hingga target tercapai. Jika hanya berada pada zona yang sama, pembakaran kalori dalam tubuh tidak akan meningkat. Maka dari itu, perlu penambahan latihan supaya cepat menggapai tujuan.
7. Tidak Hanya di Satu Tempat
Mungkin biasanya Anda berlari atau berjalan di sekitar rumah dengan permukaan jalan yang lurus dan datar. Anda dapat mengganti medan areanya yang lebih menantang, seperti jalanan menanjak atau berlari hingga ke jalan yang berliku dan berbatu.
8. Bersenang-senanglah!
Buat program berlari ini menjadi kegiatan yang menyenangkan. Jangan malah pusing atau stres untuk menghadapi latihan tersebut. Apa pun yang Anda lakukan, dengan suasana hati yang senang akan membuat diri lebih baik. Menikmati berlari dapat menghibur diri dan menenangkan pikiran.
Selasa, 03 September 2013
Jenis-Jenis Sepatu Lari
Sepatu lari ternyata ada banyak jenisnya.
Anda mungkin berfikir, emang sepatu lari ada jenis-jenisnya?
Bukannya sepatu lari ya cuma satu tipe?
Ukuran kaki, bentuk dan cara berlari dari setiap orang yang berbeda adalah hal-hal yang membuat timbulnya beberapa tipe di industri sepatu lari. Dan masing-masing dari keunikan yang dimiliki masing-masing orang memerlukan sepatu yang menyediakan rasa nyaman, fleksibilitas, ketahanan dan peredam yang khusus.
Secara garis besar, ada 5 tipe sepatu lari: Motion Control, Cushioned, Stability, Lightweight dan Trail.
Nah disini, saya akan mecoba membuat hidup Anda lebih mudah dengan memahami arti dari tipe-tipe tersebut:
Motion Control.
Jenis ini ditujukan untuk kaki yang jatuh terlalu kedalam atau overpronate. Jenis ini didesain untuk mengurangi dan mengontrol efek dari gerakan kaki yang bergerak terlalu kedalam ini dan juga berfungsi sebagai peredam. Jenis ini merupakan jenis sepatu yang paling kaku dan biasanya lebih berat tapi paling long-lasting dan stabil.
Cushioned.
Atau bantalan, sangat berguna untuk kaki yang jatuh tegak lurus, tidak ke dalam dan tidak keluar. Bantalan pada sepatu lari ini didesain untuk meredam benturan antara kaki ketika menginjak jalanan/tanah.
Stability.
Bisa dibilang, tipe ini memadukan 2 (dua) tipe sebelumnya: Motion Control dan Cushioned. Dan tentunya menjaga agar kaki tidak bergeser didalam sepatu.
Lightweight.
Sepatu tipe ini lebih ringan dalam bobot dari semua tipe diatas. Bervariasi didalam cushioning-nya. Tipe ini cocok untuk latihan kecepatan dan lomba lari.Jenis sepatu ini sangat lentur namun memiliki kekuatan.
Trailrunning.
Tipe yang satu ini memiliki kelebihan dalam material yang dipakai karena ditujukan untuk pemakaian di medan yang brutal bukan di aspal atau tanah datar pada umumnya. Batu, lumpur, akar adalah hal-hal yang normal ditemui dalam trail running ini. Jadi, sepatu tipe ini memilki perlidungan khusus terhadap kaki.
Tipe-tipe yang disebutkan diatas akan dengan mudah ditemui di toko-toko olahraga besar. Tapi biasanya belum tentu para penjaga toko mengetahui perbedaannya. Brand-brand sepatu olahraga biasanya mempunyai semua tipe tersebut. Semoga penjelasan singkat diatas bisa membantu Anda dalam memilih sepatu lari Anda.
Mungkin dengan link berikut dapat membantu anda dalam memilih sepatu lari yang cocok dengan karakteristik kaki dan cara berlari
Running Shoes Advisor
Anda mungkin berfikir, emang sepatu lari ada jenis-jenisnya?
Bukannya sepatu lari ya cuma satu tipe?
Ukuran kaki, bentuk dan cara berlari dari setiap orang yang berbeda adalah hal-hal yang membuat timbulnya beberapa tipe di industri sepatu lari. Dan masing-masing dari keunikan yang dimiliki masing-masing orang memerlukan sepatu yang menyediakan rasa nyaman, fleksibilitas, ketahanan dan peredam yang khusus.
Secara garis besar, ada 5 tipe sepatu lari: Motion Control, Cushioned, Stability, Lightweight dan Trail.
Nah disini, saya akan mecoba membuat hidup Anda lebih mudah dengan memahami arti dari tipe-tipe tersebut:
Motion Control.
Jenis ini ditujukan untuk kaki yang jatuh terlalu kedalam atau overpronate. Jenis ini didesain untuk mengurangi dan mengontrol efek dari gerakan kaki yang bergerak terlalu kedalam ini dan juga berfungsi sebagai peredam. Jenis ini merupakan jenis sepatu yang paling kaku dan biasanya lebih berat tapi paling long-lasting dan stabil.
Cushioned.
Atau bantalan, sangat berguna untuk kaki yang jatuh tegak lurus, tidak ke dalam dan tidak keluar. Bantalan pada sepatu lari ini didesain untuk meredam benturan antara kaki ketika menginjak jalanan/tanah.
Bisa dibilang, tipe ini memadukan 2 (dua) tipe sebelumnya: Motion Control dan Cushioned. Dan tentunya menjaga agar kaki tidak bergeser didalam sepatu.
Lightweight.
Sepatu tipe ini lebih ringan dalam bobot dari semua tipe diatas. Bervariasi didalam cushioning-nya. Tipe ini cocok untuk latihan kecepatan dan lomba lari.Jenis sepatu ini sangat lentur namun memiliki kekuatan.
Trailrunning.
Tipe yang satu ini memiliki kelebihan dalam material yang dipakai karena ditujukan untuk pemakaian di medan yang brutal bukan di aspal atau tanah datar pada umumnya. Batu, lumpur, akar adalah hal-hal yang normal ditemui dalam trail running ini. Jadi, sepatu tipe ini memilki perlidungan khusus terhadap kaki.
Tipe-tipe yang disebutkan diatas akan dengan mudah ditemui di toko-toko olahraga besar. Tapi biasanya belum tentu para penjaga toko mengetahui perbedaannya. Brand-brand sepatu olahraga biasanya mempunyai semua tipe tersebut. Semoga penjelasan singkat diatas bisa membantu Anda dalam memilih sepatu lari Anda.
Mungkin dengan link berikut dapat membantu anda dalam memilih sepatu lari yang cocok dengan karakteristik kaki dan cara berlari
Running Shoes Advisor
Sabtu, 17 Agustus 2013
Manfaat Olahraga Lari
Olahraga lari atau jogging merupakan salah satu jenis aktivitas fisik yang bisa dilakukan di mana pun dan kapan pun. Selain tidak memerlukan biaya yang banyak, olahraga gratis ini memiliki segudang manfaat. Berikut ini beberapa manfaat olahraga lari yang bisa Anda dapatkan :
1. Memperlancar peredaran darah dan pernapasan sehingga membuat jantung lebih kuat.
2. Terhindar dari gangguan pencernaan.
3. Menjauhkan Anda dari hormon stres dan depresi, serta mengundang hormon bahagia.
4. Meningkatkan konsentrasi sehingga kehidupan lebih aktif.
5. Membantu membakar lemak dan bentuk tubuh lebih ideal sehingga meningkatkan rasa percaya diri Anda.
6. Membuat tidur lebih nyenyak dan berkualitas.
7. Membantu memperbaiki selera makan.
8. Mengencangkan otot kaki, paha dan punggung.
Jika Anda merasa lelah setelah berolahraga lari, kemungkinan
aktivitas tidak dilakukan dengan benar. Olahraga lari memberikan
kesenangan baik fisik maupun mental dan merasakan nyaman di otot selama
ataupun sesudah jogging.
Lakukan pemanasan kemudian peregangan sebelum memulai olahraga lari. Untuk memulainya, bergerak dengan lambat dalam beberapa ratus meter sebagai pemanasan otot. Perlahan-lahan tambahkanlah kecepatan Anda.
Makanlah beberapa jam sebelum berlari dan pilihlan makanan lambat serap sehingga dapat memberikan pasokan energi bagi tubuh. Perhatikan alas kaki, pastikan Anda mengenakan sepatu dan kaus kaki atletik. Resiko yang bisa Anda dapat ketika mengenakan alas kaki tidak tepat untuk berlari adalah keseleo, cedera lutut dan lecet.
Perhatikan juga track jogging agar terhindar cedera. Hindari tanjakan curam, permukaan berbatu atau hambatan lainnya. Berikan tubuh Anda kelonggaran, istirahat yang cukup dan jangan memaksakan tubuh berlari keras setiap harinya. Jangan lupa lakukan pendinginan untuk mencegah kram atau salah urat usai latihan.
Jika Anda tidak terbiasa dengan latihan fisik, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai aktivitas lari. Walaupun bisa dilakukan kapan pun, tetapi lebih baik berlari di pagi hari karena udara masih segar. Selamat mendapatkan manfaat olahraga lari.
Lakukan pemanasan kemudian peregangan sebelum memulai olahraga lari. Untuk memulainya, bergerak dengan lambat dalam beberapa ratus meter sebagai pemanasan otot. Perlahan-lahan tambahkanlah kecepatan Anda.
Makanlah beberapa jam sebelum berlari dan pilihlan makanan lambat serap sehingga dapat memberikan pasokan energi bagi tubuh. Perhatikan alas kaki, pastikan Anda mengenakan sepatu dan kaus kaki atletik. Resiko yang bisa Anda dapat ketika mengenakan alas kaki tidak tepat untuk berlari adalah keseleo, cedera lutut dan lecet.
Perhatikan juga track jogging agar terhindar cedera. Hindari tanjakan curam, permukaan berbatu atau hambatan lainnya. Berikan tubuh Anda kelonggaran, istirahat yang cukup dan jangan memaksakan tubuh berlari keras setiap harinya. Jangan lupa lakukan pendinginan untuk mencegah kram atau salah urat usai latihan.
Jika Anda tidak terbiasa dengan latihan fisik, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai aktivitas lari. Walaupun bisa dilakukan kapan pun, tetapi lebih baik berlari di pagi hari karena udara masih segar. Selamat mendapatkan manfaat olahraga lari.
Langganan:
Postingan (Atom)











