Kamis, 12 Desember 2013

Lari..Lari (part.1)

Sudah lama tidak update blog,
dan berganti-ganti tema, semacam yang sedang galau -.-'

Karena kesibukan juga sehingga sulit untuk mencari waktu menulis.

Jika diruntut ke belakang, awal pertama kali saya memutuskan untuk hobi lari itu pada bulan Juni 2013 lalu.
Sebenernya dimotivasi oleh mama yang sering bilang begini kepada saya "Tuh Mas, pacarnya aja cantik, mungil, langsing gitu. Masa kamu gendut, kasian pacarnya, nanti minder"
*ngobrolnya sih sambil bercanda, tapi nusuk banget ke hati.
Nah sejak itu saya putuskan untuk mencoba olahraga lari, karea bersepeda sudah terlalu mainstream dan harga sepeda juga yang lumayan mahal, akhirnya saya putuskan untuk olahraga lari saja yang murah meriah.

Sempat vakum hampir 1 tahun lebih tidak pernah berolahraga sejak terakhir kali bekerja di perusahaan servis batubara di (dulunya) Kalimantan Timur, Tarakan. Ketika kerja di Tarakan sebagai wellsite geologist, setiap hari harus berjalan minimal 5km masuk ke dalam hutan untuk pemboran batubara, dan setiap hari semakin jauh jalannya karena berpindah-pindah titik pemboran, saat itu lah saya super sehat!ahaha
Berat badan saat itu 75 kilogram, lumayan ideal untuk saya saat itu. Tetapi selepas resign dari sana, mulai lah pembengkakan terjadi dimana-mana.

Oke kembali lagi ke alur cerita!
Jadi ceritanya waktu itu merasa tertusuk oleh becandaan mama, akhirnya saya putuskan untuk mulai hobi berlari. Sangat sulit! karena harus mulai bergerak lagi setelah sekian lama tidak bergerak.
Dari yang hanya duduk-duduk saja dan mulai membiasakan diri berlari.
Seingat saya dulu berat badan saya sekitar 85 kilogram *atau mungkin bisa lebih
Awalnya dulu hanya kuat berlari sejauh 2 km saja, itupun 2 km berasa mau mati!
paha panas, betis keras, pru-paru mau meledak, jantung berdebar-bedar (*haha..ini lebay)
yang jelas sejak lari pertama kali itu langsung pegal-pegal kaki ga karuan.

No Pain No Gain.
Akhirnya minggu depan saya paksa lagi untuk berlari lebih jauh dari minggu lalu
*weekend runner! larinya cuma bisa di waktu weekend doang :D
Di minggu kedua ini akhirnya saya bisa meningkatkan jarak tempuh jadi 4 km.
Begitu seterusnya setiap minggu sampai akhirnya saya bisa menembus jarak 10 km dalam waktu 5 minggu.

Selain dorongan dari mama, waktu itu ada teman SMA saya yang mengajak untuk mulai aktif berlari, sama-sama pemula, tapi dia tinggal di Jakarta. Di Jakarta waktu itu ada event Jakarta International 10K, bulan April atau Mei 2013 gitu. Nah karena teman saya ikutan itu, wah dapet medali finisher!
Sejak saat itu jadi tambah semangat lari, selain pengen nyobain ikut event juga pengen ngumpulin medali finishernya *fakir medali




Tidak ada komentar:

Posting Komentar