punya hobi tentunya hak setiap orang.
dan punya keluarga adalah harapan semua orang
tapi apa yang terjadi jika keluargamu membutuhkan peranmu daripada hobimu.
sewaktu melajang, akhir pekan adalah waktu yang paling ditunggu untuk menyalurkan hobi
bukan berarti aku tidak suka dengan keadaan yang sekarang, hanya saja belum terbiasa.
pola rutinitas yang sedikit demi sedikit berubah tentunya harus diadaptasikan kembali.
apalagi ketika peranmu sebagai kepala keluarga
seorang ayah, seorang suami
ada perasaan bangga ketika sudah menikah
itu artinya kita sudah dewasa, matang usia, mental dan pikiran
karena menikah itu tidak segampang yang dibayangkan.
ketika 2 isi kepala yang berbeda, dengan pola pikir dan pengalaman hidup yang berbeda disatukan, itu bukan hal mudah.
apalagi ketika mengetahui bahwa suamimu kalau tidur suka mengorok
dan istrimu kalau tidur sambil latihan kung fu.
sempat terlintas untuk lepas sepatu, berhenti mengikuti kegiatan lari berlari
tetapi tidak untuk selamanya
apapun itu, mengurus keluarga juga ternyata mengasyikan,
namun ketika mengetahui bahwa si Tody versi 2.0 berjenis kelamin laki-laki,
saya sadar, saya harus sehat, untuk anak-anak saya kelak.
semoga sehat terus ya nak di dalam rahim,
hingga tiba saatnya lahir ke dunia, cepat tumbuh besar agar bisa kuajak berlari lari