punya hobi tentunya hak setiap orang.
dan punya keluarga adalah harapan semua orang
tapi apa yang terjadi jika keluargamu membutuhkan peranmu daripada hobimu.
sewaktu melajang, akhir pekan adalah waktu yang paling ditunggu untuk menyalurkan hobi
bukan berarti aku tidak suka dengan keadaan yang sekarang, hanya saja belum terbiasa.
pola rutinitas yang sedikit demi sedikit berubah tentunya harus diadaptasikan kembali.
apalagi ketika peranmu sebagai kepala keluarga
seorang ayah, seorang suami
ada perasaan bangga ketika sudah menikah
itu artinya kita sudah dewasa, matang usia, mental dan pikiran
karena menikah itu tidak segampang yang dibayangkan.
ketika 2 isi kepala yang berbeda, dengan pola pikir dan pengalaman hidup yang berbeda disatukan, itu bukan hal mudah.
apalagi ketika mengetahui bahwa suamimu kalau tidur suka mengorok
dan istrimu kalau tidur sambil latihan kung fu.
sempat terlintas untuk lepas sepatu, berhenti mengikuti kegiatan lari berlari
tetapi tidak untuk selamanya
apapun itu, mengurus keluarga juga ternyata mengasyikan,
namun ketika mengetahui bahwa si Tody versi 2.0 berjenis kelamin laki-laki,
saya sadar, saya harus sehat, untuk anak-anak saya kelak.
semoga sehat terus ya nak di dalam rahim,
hingga tiba saatnya lahir ke dunia, cepat tumbuh besar agar bisa kuajak berlari lari
Selasa, 29 September 2015
Rabu, 15 April 2015
NusantaRun Chapter 2. Bogor - Bandung 118K
Rasanya udah lebih dari seabad ga nulis. *(ini lebay, kampret!)
Keinginan untuk tulis menulis kadang ada, kadang hilang, disitu kadang saya merasa asu *censored
Kadang pengen nulis eh bahannya ga ada. Giliran ada bahan eh internetnya ga ada.
Dan kali ini semesta mendukung saya. Niat nulis ada, bahan ada, internet ada, eh camilan ga ada. bentar ye beli cemilan dulu....
Oke, kali ini saya pengen nulis tentang sebuah event charity yang judulnya NusantaRun Chapter 2. Bogor - Bandung 118K.
apa itu NusantaRun?
kenapa kok Chapter 2?
Jadi begini, NusantaRun itu adalah sebuah gerakan dimana semua partisipan yang terlibat didalamnya memberikan kontribusi kepada yang lainnya. Dengan cara penggalangan dana yang unik, dimana ada 3 elemen pendukung yang dapat mewujudkannya. Pertama adalah Pelari yang akan berlari dari salah satu tempat iconic ke tempat lainnya dengan dukungan tim supporting dan kalian dapat ikut berpatisipasi dengan cara memberikan donasi kepada pelari idola kalian, atau tim pendukung
So NusantaRun when the love of running meet the love of our country Indonesia, to show that we care for others' future!
NusantaRun Chapter 1 sudah pernah dilakukan pada tahun 2013. Dengan rute Jakarta-Bogor. Pada saat itu, Chapter 1 berhasil mengumpulkan donasi sekitar 130an juta untuk disumbangkan kepada lembaga pendidikan terpilih. Berlatar belakang kesuksesan Chapter 1, maka dibuatkanlah Chapter 2 dengan harapan bisa memberi donasi lebih banyak kepada mereka yang kurang beruntung.
Tema Chapter 2 ini adalah 'Sekolah Lagi' dimana NusantaRun akan memberikan donasi kepada salah satu yayasan pendidikan, yaitu Yayasan Peduli Anak Bangsa (YPAB) *dari namanya aja udah keren kan.
Nah begitu latar belakang dari diadakannya NusantaRun Chapter 2.
Sekarang saya lanjut lagi ya.
Singkat kata, akhirnya pendaftaran untuk Chapter 2 pun dibuka secara online di situs NusantaRun.
Isenglah saya coba ikut, ada 2 kategori yang bisa dipilih, Full Course atau Tim Relay, dengan percaya diri saya langsung pilih Full Course dengan jarak tempuh 118K, padahal saya belum pernah lari dengan jarak sejauh itu. Masih ada waktu untuk latihan beberapa bulan, bisa lah! bisa!.
Oiya! Dengan mendaftarkan diri di NusantaRun ini, kalian para pelari diharuskan mencari donasi ya.
Target donasi bisa kalian tentukan sendiri berapa besarnya.
Tiba harinya! Jumat tanggal 19 Desember berkumpul di Balaikota Bogor untuk melakukan Start awal. Banyak pelari 'hampir gila' yang ikut event ini dan mereka juga berasal dari berbagai macam profesi pekerjaan, dan yang jelas mereka punya keinginan yang sama yaitu membantu anak-anak yang putus sekolah agar bisa kembali lagi mengenyam pendidikan.
Dan saya yang memakai headlamp dengan lampu warna merah pada foto diatas
Sepanjang 118 kilometer ini, kita diberikan tempat untuk beristirahat. Total ada 7 Checkpoint yang bisa disinggahi untuk beristirahat sebelum melanjutkan kilometer-kilometer berikutnya. Jarak antar Checkpoint berkisar antara 15-20 km.
Start dilakukan pada hari Sabtu 20 Desember 2014 pada pukul 00.00, dilepas langsung oleh Bapak Walikota Bogor. Dan tujuan pertama adalah Checkpoint 1 di Pertigaan Gadog, Bogor.
Saya mencapai pertigaan gadog kira-kira pukul 02.30. Istirahat, pipis, isi botol minum, lalu cek out dari CP 1 menuju CP 2.
Jarak antar CP 1 ke CP 2 sekitar 20 km, ya biasa saja sih dengan jarak segitu, yang ga bikin biasa yaitu, karena CP 2 ini ada di Puncak Pass. Modyar! Lari nanjak ke Puncak Pass. Saya menghabiskan waktu sekitar 5 jam 30 menit untuk bisa sampai ke CP 2. Sampai di CP 2 sekitar pukul 08.00. Ritual pagi yang biasa dilakukan pada pukul 07.00 tetap saya lakukan..... di toilet umum pom bensin,hehe.
Seperti biasa, di CP hanya minum, isi botol air minum, makan mie instan seduh, tidur 30 menit lalu lanjut lagi ke CP 3.
CP 3 berada di kawasan Cipanas, Cianjur, saya lupa tepatnya dimana. Untungnya dari Puncak Pass jalanan menuju Cianjur menurun, jadi tidak terlalu berat, dan pada saat itu sedang panas-panasnya, sekitar jam 10-11an, ampun dah! Matahari ngajak 3 sodaranya untuk bersinar juga.
Sampai di CP 3, kira-kira jam 11.30. Biasalah, cek in, ngelurusin kaki, isi botol air minum, makan pisang, minta bantuan teteh-teteh cantik dari fisioterapi untuk mijetin kaki,hehe
sambil ditekuk tekuk kaki ke kepala, tapi beneran deh peran fisioterapi itu membantu banget.
Oiya saya juga mengkonsumsi sejenis pil yang namanya "Salt Stick.Salt stick ini membantu tubuh untuk memberikan garam tambahan kepada tubuh, dan juga mencegah keram. Ketika berlari, maka keringatmu akan mengalir kan, dan ketika kamu berlari lebih jauh, lebih lama, tertiup angin, maka keringat itu akan jadi garam yang menempel di kulit/ pakaianmu. Kekurangan garam/ isotonik bisa membuatmu keram. Maka dari itu saya makan salt stick itu.
Ya begitulah seterusnya yang saya lakukan pada setiap CP di sepanjang jalur menuju Bandung. Kehujanan, kepanasan, baju basah, kering lagi sudah jadi hal yang biasa.
Hingga tiba saatnya di CP 4 yang berada kantor Dishub Cianjur. Nah titik ini yang menjadi cekpoin kontrol, dimana drop bag dari peserta diletakkan disini, dan ini merupakan titik start bagi pelari kedua dalam Tim Relay.
Karena kehujanan di jalan dari CP 3 ke CP 4, akhirnya ganti pakaian di CP 4, dan juga ganti sepatu. Karena sepatu sudah kebasahan sebelumnya. Sepatu basah bisa menyebabkan blister, atau bahasa kerennya itu CANTENGAN.
Lanjut lagi dari CP 4 ke CP 5. Cek out dari CP 4 sekitar pukul 16.00 menuju CP 5. CP 5 ini masih berada di daerah Cianjur, tepatnya di Rumah Makan Tahu Sumedang Renyah. Saya masuk ke CP 5 ini sekitar pukul 20.10. Tidur dulu sekitar 60 menit. Ini kaki udah ga karu-karuan rasanya, untungnya ada teteh-teteh fisioterapis cantik,hehehe..
Saya cek out lagi CP 5 menuju CP 6. Sekitar jam 21.00. Lari malam!
CP 6 itu terletak di daerah Padalarang, tepatnya di Rumah Makan Sari Soenda. Dalam keadaan gelap, malam, saya berlari sendiri. Tau sendiri di daerah Padalarang kalau malam, gelap! lampu jalan kurang banyak, dan untungnya saat itu belum musim begal.
Kendaraan besar bermuatan penuh, asap kendaraan, belum lagi bus antar kota yang kencang melintas, akhirnya saya pun memutuskan untuk berlari ke sisi sebelah kanan jalan (menyeberang) dengan tujuan kontra flow atau lawan arus sehingga kendaraan yang datang dari arah depan kita terlihat dan kita bisa menghindar mencari jalur yang lebih aman. Itu yang disebut dengan safety running.
Masalah yang sering dihadapi oleh pelari jarak jauh pada umumnya adalah halusinasi. Dengan jarak tempuh yang panjang, waktu istirahat yang relatif singkat, faktor kelelahan, pikiran semerawut, dan lain-lain itu lah yang memicu dapat terjadinya halusinasi.
Disanalah saya pertama kali merasakan halusinasi, berlari sendiri, tengah malam, kecapekan dan saya sempat blank pikiran!! Kenapa saya lari lawan arah?! Saya dimana ini, ngapain kok lari-lari?! Kok sudah malam?! Sempat blank beberapa saat, akhirnya saya putuskan berjalan saja untuk mencapai CP 6. Sepanjang jalan saya masih terus berpikir tapi rasanya sangat sulit sekali mengingat hal yang udah dilakukan.
Beristirahat sekitar 30 menit di pinggir jalan, akhirnya sayapun kembali pulih bisa mengingat apa yang sedang saya lakukan. Dan tanpa saya sadari pun saya melewati CP 6 tanpa melakukan cek in lapor dan istirahat.
ah kampret! CP 6 sudah terlewat, udah jauh pula. masa iya balik lagi, mau finish jam berapa nanti?!
Masa bodo! akhirnya saya teruskan saja ke CP 7. Check point terakhir sebelum memasuki Bandung.
Pada pukul 04.30 subuh akhirnya saya sampai juga di CP 7 yang berada di Iwan Medical Center (IMC) Cimahi. Dan seluruh tim support sempat panik karena mengira saya hilang, tersesat, diculik, dan sebagainya.
Sempat dihubungi oleh Race Director, dan meyakinkan bahwa yang masuk ke CP 7 adalah Tody yang asli, bukan orang lain penyusup.
Start dari CP 5 pukul 21.00 dan sampai CP 7 pukul 04.30, artinya saya habiskan waktu 7 jam 30 menit di jalan!
Di CP 7 sempat di tensi darah, dan detak jantung, ternyata tinggi!!
Tim dokter sempat menanyakan apakah saya sanggup untuk melanjutkan hingga finish atau cukup sudah sampai CP 7. Mengingat kondisi saya ketika sampai CP 7 sudah sangat kelelahan, air minum yang dibawa sudah habis, apalagi makanan. Terang saja saya ingin lanjut hingga finish, saya yakin kan mereka kalau saya ingin finish! akhirnya tim dokter menyetujui kemauan saya, dengan catatan jika terjadi apa-apa sebelum finish harus menghubungi tim medis.
Makan dan minum yang banyak di CP 7, dan saya pun melanjutkan kembali hingga ke garis finish di Balaikota Bandung.
Saat itu tenaga saya sudah habis, habis sehabis-habisnya, kaki sudah tidak kuat lagi diajak berlari. Dengkul terasa linu luar biasa, dan saya putuskan saja saya jalan kaki saja sampai ke finish.
Start dari CP 7 pada pukul 05.30
Jalan kaki dari Cimahi - Bandung ini terasa sangat jauh *yaiyalah, aslinya juga jauh banget!
Dari Cimahi, melewati Gunung Batu - Pasteur - Viaduct - Padjadjaran - BIP dan akhirnya saya finish di Balaikota.
Menyiksa sisa sisa tenaga, saya paksa lari memasuki garis finish supaya lebih dramatis *pret!
eh tapi beneran saya masuk finish nya lari.
Saya finish di Balaikota Bandung kira-kira pukul 09.15 dan artinya itu saya berhasil menyelesaikan Bogor - Bandung dengan catatan waktu kira-kira 33 jam 15 menit.
118 km *aktualnya adalah 122 km
118 km memberikan saya pengalaman dan pembelajaran yang luar biasa!
118 km membuat saya percaya bahwa setiap manusia pasti bisa melampaui kemampuan dirinya.
118 km membuat saya bangga, saya bisa bercerita kepada anak saya kelak, kalau ayahnya orang hebat *ini narsis!
dan apabila nanti akan dibuka untuk NusantaRun Chapter 3, percayalah, saya akan daftar kembali untuk berlari.
pantengin terus website NusantaRun, jangan sampai ketinggalan kalau berminat ikut Chapter 3.
Ini ada sedikit dokumentasi tentang kegiatan NusantaRun, sebelum event dan pada saat event diselenggarakan. Bisa lihat disini
Dan ini adalah video upload ke youtube yang bikin kita para peserta susah move on dari keseruan NusantaRun.
*berdasarkan gossip yang beredar bahwa NusantaRun Chapter 3 nanti akan mengambil rute dari Bandung ke Tasikmalaya dengan jarak tempuh 115-120 km.
Bersiap lah!!
Keinginan untuk tulis menulis kadang ada, kadang hilang, disitu kadang saya merasa asu *censored
Kadang pengen nulis eh bahannya ga ada. Giliran ada bahan eh internetnya ga ada.
Dan kali ini semesta mendukung saya. Niat nulis ada, bahan ada, internet ada, eh camilan ga ada. bentar ye beli cemilan dulu....
Oke, kali ini saya pengen nulis tentang sebuah event charity yang judulnya NusantaRun Chapter 2. Bogor - Bandung 118K.
apa itu NusantaRun?
kenapa kok Chapter 2?
Jadi begini, NusantaRun itu adalah sebuah gerakan dimana semua partisipan yang terlibat didalamnya memberikan kontribusi kepada yang lainnya. Dengan cara penggalangan dana yang unik, dimana ada 3 elemen pendukung yang dapat mewujudkannya. Pertama adalah Pelari yang akan berlari dari salah satu tempat iconic ke tempat lainnya dengan dukungan tim supporting dan kalian dapat ikut berpatisipasi dengan cara memberikan donasi kepada pelari idola kalian, atau tim pendukung
So NusantaRun when the love of running meet the love of our country Indonesia, to show that we care for others' future!
NusantaRun Chapter 1 sudah pernah dilakukan pada tahun 2013. Dengan rute Jakarta-Bogor. Pada saat itu, Chapter 1 berhasil mengumpulkan donasi sekitar 130an juta untuk disumbangkan kepada lembaga pendidikan terpilih. Berlatar belakang kesuksesan Chapter 1, maka dibuatkanlah Chapter 2 dengan harapan bisa memberi donasi lebih banyak kepada mereka yang kurang beruntung.
Tema Chapter 2 ini adalah 'Sekolah Lagi' dimana NusantaRun akan memberikan donasi kepada salah satu yayasan pendidikan, yaitu Yayasan Peduli Anak Bangsa (YPAB) *dari namanya aja udah keren kan.
Nah begitu latar belakang dari diadakannya NusantaRun Chapter 2.
Sekarang saya lanjut lagi ya.
Singkat kata, akhirnya pendaftaran untuk Chapter 2 pun dibuka secara online di situs NusantaRun.
Isenglah saya coba ikut, ada 2 kategori yang bisa dipilih, Full Course atau Tim Relay, dengan percaya diri saya langsung pilih Full Course dengan jarak tempuh 118K, padahal saya belum pernah lari dengan jarak sejauh itu. Masih ada waktu untuk latihan beberapa bulan, bisa lah! bisa!.
Oiya! Dengan mendaftarkan diri di NusantaRun ini, kalian para pelari diharuskan mencari donasi ya.
Target donasi bisa kalian tentukan sendiri berapa besarnya.
Tiba harinya! Jumat tanggal 19 Desember berkumpul di Balaikota Bogor untuk melakukan Start awal. Banyak pelari 'hampir gila' yang ikut event ini dan mereka juga berasal dari berbagai macam profesi pekerjaan, dan yang jelas mereka punya keinginan yang sama yaitu membantu anak-anak yang putus sekolah agar bisa kembali lagi mengenyam pendidikan.
| Suasana di Balai Kota Bogor Sebelum Dilepas Oleh Walikota Bogor Bima Arya. |
Dan saya yang memakai headlamp dengan lampu warna merah pada foto diatas
Sepanjang 118 kilometer ini, kita diberikan tempat untuk beristirahat. Total ada 7 Checkpoint yang bisa disinggahi untuk beristirahat sebelum melanjutkan kilometer-kilometer berikutnya. Jarak antar Checkpoint berkisar antara 15-20 km.
Start dilakukan pada hari Sabtu 20 Desember 2014 pada pukul 00.00, dilepas langsung oleh Bapak Walikota Bogor. Dan tujuan pertama adalah Checkpoint 1 di Pertigaan Gadog, Bogor.
Saya mencapai pertigaan gadog kira-kira pukul 02.30. Istirahat, pipis, isi botol minum, lalu cek out dari CP 1 menuju CP 2.
Jarak antar CP 1 ke CP 2 sekitar 20 km, ya biasa saja sih dengan jarak segitu, yang ga bikin biasa yaitu, karena CP 2 ini ada di Puncak Pass. Modyar! Lari nanjak ke Puncak Pass. Saya menghabiskan waktu sekitar 5 jam 30 menit untuk bisa sampai ke CP 2. Sampai di CP 2 sekitar pukul 08.00. Ritual pagi yang biasa dilakukan pada pukul 07.00 tetap saya lakukan..... di toilet umum pom bensin,hehe.
Seperti biasa, di CP hanya minum, isi botol air minum, makan mie instan seduh, tidur 30 menit lalu lanjut lagi ke CP 3.
CP 3 berada di kawasan Cipanas, Cianjur, saya lupa tepatnya dimana. Untungnya dari Puncak Pass jalanan menuju Cianjur menurun, jadi tidak terlalu berat, dan pada saat itu sedang panas-panasnya, sekitar jam 10-11an, ampun dah! Matahari ngajak 3 sodaranya untuk bersinar juga.
Sampai di CP 3, kira-kira jam 11.30. Biasalah, cek in, ngelurusin kaki, isi botol air minum, makan pisang, minta bantuan teteh-teteh cantik dari fisioterapi untuk mijetin kaki,hehe
sambil ditekuk tekuk kaki ke kepala, tapi beneran deh peran fisioterapi itu membantu banget.
Oiya saya juga mengkonsumsi sejenis pil yang namanya "Salt Stick.Salt stick ini membantu tubuh untuk memberikan garam tambahan kepada tubuh, dan juga mencegah keram. Ketika berlari, maka keringatmu akan mengalir kan, dan ketika kamu berlari lebih jauh, lebih lama, tertiup angin, maka keringat itu akan jadi garam yang menempel di kulit/ pakaianmu. Kekurangan garam/ isotonik bisa membuatmu keram. Maka dari itu saya makan salt stick itu.
Ya begitulah seterusnya yang saya lakukan pada setiap CP di sepanjang jalur menuju Bandung. Kehujanan, kepanasan, baju basah, kering lagi sudah jadi hal yang biasa.
Hingga tiba saatnya di CP 4 yang berada kantor Dishub Cianjur. Nah titik ini yang menjadi cekpoin kontrol, dimana drop bag dari peserta diletakkan disini, dan ini merupakan titik start bagi pelari kedua dalam Tim Relay.
Karena kehujanan di jalan dari CP 3 ke CP 4, akhirnya ganti pakaian di CP 4, dan juga ganti sepatu. Karena sepatu sudah kebasahan sebelumnya. Sepatu basah bisa menyebabkan blister, atau bahasa kerennya itu CANTENGAN.
Lanjut lagi dari CP 4 ke CP 5. Cek out dari CP 4 sekitar pukul 16.00 menuju CP 5. CP 5 ini masih berada di daerah Cianjur, tepatnya di Rumah Makan Tahu Sumedang Renyah. Saya masuk ke CP 5 ini sekitar pukul 20.10. Tidur dulu sekitar 60 menit. Ini kaki udah ga karu-karuan rasanya, untungnya ada teteh-teteh fisioterapis cantik,hehehe..
Saya cek out lagi CP 5 menuju CP 6. Sekitar jam 21.00. Lari malam!
CP 6 itu terletak di daerah Padalarang, tepatnya di Rumah Makan Sari Soenda. Dalam keadaan gelap, malam, saya berlari sendiri. Tau sendiri di daerah Padalarang kalau malam, gelap! lampu jalan kurang banyak, dan untungnya saat itu belum musim begal.
Kendaraan besar bermuatan penuh, asap kendaraan, belum lagi bus antar kota yang kencang melintas, akhirnya saya pun memutuskan untuk berlari ke sisi sebelah kanan jalan (menyeberang) dengan tujuan kontra flow atau lawan arus sehingga kendaraan yang datang dari arah depan kita terlihat dan kita bisa menghindar mencari jalur yang lebih aman. Itu yang disebut dengan safety running.
Masalah yang sering dihadapi oleh pelari jarak jauh pada umumnya adalah halusinasi. Dengan jarak tempuh yang panjang, waktu istirahat yang relatif singkat, faktor kelelahan, pikiran semerawut, dan lain-lain itu lah yang memicu dapat terjadinya halusinasi.
Disanalah saya pertama kali merasakan halusinasi, berlari sendiri, tengah malam, kecapekan dan saya sempat blank pikiran!! Kenapa saya lari lawan arah?! Saya dimana ini, ngapain kok lari-lari?! Kok sudah malam?! Sempat blank beberapa saat, akhirnya saya putuskan berjalan saja untuk mencapai CP 6. Sepanjang jalan saya masih terus berpikir tapi rasanya sangat sulit sekali mengingat hal yang udah dilakukan.
Beristirahat sekitar 30 menit di pinggir jalan, akhirnya sayapun kembali pulih bisa mengingat apa yang sedang saya lakukan. Dan tanpa saya sadari pun saya melewati CP 6 tanpa melakukan cek in lapor dan istirahat.
ah kampret! CP 6 sudah terlewat, udah jauh pula. masa iya balik lagi, mau finish jam berapa nanti?!
Masa bodo! akhirnya saya teruskan saja ke CP 7. Check point terakhir sebelum memasuki Bandung.
Pada pukul 04.30 subuh akhirnya saya sampai juga di CP 7 yang berada di Iwan Medical Center (IMC) Cimahi. Dan seluruh tim support sempat panik karena mengira saya hilang, tersesat, diculik, dan sebagainya.
Sempat dihubungi oleh Race Director, dan meyakinkan bahwa yang masuk ke CP 7 adalah Tody yang asli, bukan orang lain penyusup.
Start dari CP 5 pukul 21.00 dan sampai CP 7 pukul 04.30, artinya saya habiskan waktu 7 jam 30 menit di jalan!
Di CP 7 sempat di tensi darah, dan detak jantung, ternyata tinggi!!
Tim dokter sempat menanyakan apakah saya sanggup untuk melanjutkan hingga finish atau cukup sudah sampai CP 7. Mengingat kondisi saya ketika sampai CP 7 sudah sangat kelelahan, air minum yang dibawa sudah habis, apalagi makanan. Terang saja saya ingin lanjut hingga finish, saya yakin kan mereka kalau saya ingin finish! akhirnya tim dokter menyetujui kemauan saya, dengan catatan jika terjadi apa-apa sebelum finish harus menghubungi tim medis.
Makan dan minum yang banyak di CP 7, dan saya pun melanjutkan kembali hingga ke garis finish di Balaikota Bandung.
Saat itu tenaga saya sudah habis, habis sehabis-habisnya, kaki sudah tidak kuat lagi diajak berlari. Dengkul terasa linu luar biasa, dan saya putuskan saja saya jalan kaki saja sampai ke finish.
Start dari CP 7 pada pukul 05.30
Jalan kaki dari Cimahi - Bandung ini terasa sangat jauh *yaiyalah, aslinya juga jauh banget!
Dari Cimahi, melewati Gunung Batu - Pasteur - Viaduct - Padjadjaran - BIP dan akhirnya saya finish di Balaikota.
Menyiksa sisa sisa tenaga, saya paksa lari memasuki garis finish supaya lebih dramatis *pret!
eh tapi beneran saya masuk finish nya lari.
Saya finish di Balaikota Bandung kira-kira pukul 09.15 dan artinya itu saya berhasil menyelesaikan Bogor - Bandung dengan catatan waktu kira-kira 33 jam 15 menit.
| Detik-Detik Memasuki Garis Finish di Balaikota Bandung. Udah abis tenaga!! |
| Nomor BIB 033. Full Course Bogor - Bandung |
![]() |
| Memasuki Garis Finish. Gaya selebrasi tangan direntangkan lalu tos kanan-kiri dengan penonton dekat finish |
![]() |
| TOS!! |
![]() |
| akhirnya finish juga! |
118 km *aktualnya adalah 122 km
118 km memberikan saya pengalaman dan pembelajaran yang luar biasa!
118 km membuat saya percaya bahwa setiap manusia pasti bisa melampaui kemampuan dirinya.
118 km membuat saya bangga, saya bisa bercerita kepada anak saya kelak, kalau ayahnya orang hebat *ini narsis!
dan apabila nanti akan dibuka untuk NusantaRun Chapter 3, percayalah, saya akan daftar kembali untuk berlari.
pantengin terus website NusantaRun, jangan sampai ketinggalan kalau berminat ikut Chapter 3.
Ini ada sedikit dokumentasi tentang kegiatan NusantaRun, sebelum event dan pada saat event diselenggarakan. Bisa lihat disini
Dan ini adalah video upload ke youtube yang bikin kita para peserta susah move on dari keseruan NusantaRun.
*berdasarkan gossip yang beredar bahwa NusantaRun Chapter 3 nanti akan mengambil rute dari Bandung ke Tasikmalaya dengan jarak tempuh 115-120 km.
Bersiap lah!!
Langganan:
Postingan (Atom)


