Senin, 01 Februari 2016

Thoriq Adhirajasa Daniswara (1)

Thoriq Adhirajasa Daniswara, lahir di Bandung 1 Januari 2016.
Sedikit banyak cerita tentang dirinya, massa selama di kandungan, dan baru 1 bulan berada di dunia.

Selama massa kehamilan, awal-awal usia kehamilan layaknya bunda-bunda yang lain, bunda nya Thoriq ini juga morning sickness, muntah setiap pagi.

Dan alhamdulillah, ngidam nya ga terlalu sering, entah ditahan-tahan bunda nya tau emang beneran ga ngidam.

Setelah memasuki bulan ke-6 ke-7 baru deh mulai ngidam.
Untungnya ga ngidam yang aneh-aneh, cuma sebatas pengen mangga muda dan bubur ayam tengah malem.

Sejak bulan ke-6 dan ke-7, dek Thoriq makin sering diajak ngobrol ayah bunda nya.
Biasanya setiap malem dielus-elus terus diajak ngobrol ayah bilangnya begini "Nak, nanti jadi anak yang soleh ya, ayah bunda nya disayang, kalau mau lahir nanti yang normal aja ya" gitu terus sampai menjelang kelahiran.

alhamdulillah begitu waktunya lahir, lahir secara normal dan hanya berlangsung selama 30 menit di ruang persalinan.

Ketika tanggal 31 Desember 2015, hari terakhir ngantor, rencana keesokan pagi tanggal 1 Januari mau pulang ke Ciamis saja, lahiran disana. Tapi ternyata sejak sore hari bunda nya sudah mules-mules.
Beruntung tetangga di depan rumah seorang bidan, langsung lah coba di periksa.
dan ternyata sudah pembukaan 2. Panik!!

FYI : berdasarkan prediksi dokter, due date lahirannya sekitar tanggal 11-16 Januari, tapi ternyata prediksi dokter bisa meleset.

31 Desember 2015 selepas magrib langsung tancap gas ke rumah sakit,khawatir akan macet di jalan karena menginat waktu itu adalah malam pergantian tahun baru. Dan entah mengapa, seperti diberi jalan kelancaran menuju rumah sakit, setiap melewati lampu lalu lintas selalu pas lampu hijau yang menyala. Bukan cuma sekali, bahkan sampai 4 kali. Dan ketika melewat Jl. Sunda,tiba-tiba hujan besar turun, hujan turun menyebabkan banyak motor yang berhenti. Kita tahu berapa populasi motor kalau mereka sudah turun ke jalan? banyak banget! Dan saat itu hujan, hanya beberapa motor saja yang ada di jalan raya. Semakin lancar lah perjalanan saat itu.




Bisa jadi itu adalah kuasa Allah SWT memberikan kelancaran kepada kami untuk mencapai rumah sakit.

Total waktu tempuh dari rumah ke rumah sakit hanya 30 menit, dari yang biasanya sekitar 45-60 menit.
Alhamdulillah

Begitu sampai di rumah sakit, dokter kandungan yang selama ini sering berkonsultasi saat kontrol ternyata sedang cuti. Jadi lah untuk sementara waktu dibantu oleh para bidan. Dan ternyata dokter ini menitipkan kepada teman dokternya untuk membantu proses persalinan.

Bersambung ke Part 2 ya.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar